DPRD Bontang

Angka Kemiskinan Bontang Naik, Ini Kata DPRD

TIMURMEDIA – Angka kemiskinan di Bontang dalam dua tahun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan keterangan pertanggungjawaban Wali Kota Bontang tahun 2020, tercatat angka kemiskinan mencapai 4,38 persen atau 7.910 jiwa. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan tahun 2019, yakni 4,22 persen atau 7.470 jiwa.

Peningkatan tersebut diduga sebagai dampak pandemi Covid-19 karena produksi perusahaan dibatasi.

Anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang meminta pemerintah untuk lebih menggalakkan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Menurut Bakhtiar Wakkang, pemberdayaan UMKM di Bontang dapat mengatasi masalah ekonomi.

Tak hanya menyiasati pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemberdayaan UMKM juga dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan di Bontang saat pandemi.

“Masalah ekonomi akibat pandemi memang tidak bisa dielakkan, jadi harusnya pemerintah lebih sigap galakkan UMKM untuk mengatasi itu,” ujar Bakhtiar Wakkang usai pemaparan LKPJ, Kamis 11 Maret 2021.

Bakhtiar Wakkang menambahkan Perda Adidaya yang diharapkan melindungi tenaga kerja Bontang tidak difungsikan secara maksimal selama ini.

Oleh karena itu, Bakhtiar Wakkang meminta pemerintahan Bontang lebih peka terhadap masalah tenaga kerja. Terutama menjalankan perda Adihdaya sesuai fungsinya agar mampu mengatasi persoalan ekonomi di masyarakat.

“Regulasi tentang perlindungan tenaga kerja sudah ada. Itu bisa difungsikan secara maksimal. Semoga pemerintah selanjutnya di bawah kepemimpinan Basri Rase-Najirah bisa melakukan hal itu,” ujar Bakhtiar Wakkang. (ADV).

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button