Politik

Anggota DPR Jamin Penangguhan HRS

Habib Rizieq juga telah membayar denda sebesar Rp 50 juta.

Report: Ryan I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Habib Rizieq Shihab atau HRS resmi ditahan Polda Metro Jaya, sejak Sabtu 12 Desember 2020 sampai 20 hari ke depan. Dua politikus sekaligus anggota DPR RI siap memberi jaminan penangguhan penahanan. HRS ditahan dalam kasus kerumunan.

Tokoh pertama yang menyatakan siap menjamin Habib Rizieq adalah Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Menurutnya, penangguhan penahanan adalah cara legal agar HRS tidak ditahan selama 20 hari.

“Penangguhan penahanan dapat dilakukan tersangka atau terdakwa sebagaimana diatur Pasal 31 KUHAP. Saya siap menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan beliau,” tegas Aboe Bakar dalam keterangan tertulisnya, Minggu 13 Desember 2020.

Anggota Komisi III DPR RI itu, menjelaskan tiga syarat penangguhan penahanan. Pertama tidak akan mengulangi tindakan yang disangkakan, tidak menghilangkan alat bukti, dan tidak akan melarikan diri.

“Saya melihat tiga syarat itu dapat dipenuhi Habib Rizieq, sehingga seharusnya penangguhan penahanan dapat dilakukan penyidik,” ujarnya.

Dalam pandangan Aboe Bakar, Habib Rizieq menunjukkan sikap taat hukum. Apalagi, HRS telah membayar denda sebesar Rp 50 juta. “Bisa jadi HRS orang pertama yang ditahan lantaran protokol kesehatan. Ini menunjukkan beliau sangat menghormati proses hukum,” jelasnya.

Politikus kedua yang siap menjadi penjamin Habib Rizieq, Waketum Partai Gerindra Habiburokhman. Habiburokhman yakin Habib Rizieq tak akan melarikan diri.

“Pak Kapolri yang baik, Ini di luar konteks substansi perkara kerumunan dan di luar konteks politik apapun. Saya yakin Habib Rizieq tidak akan melarikan diri dan saya bersedia menjamin penangguhan penahanan beliau,” kata Habiburokhman melalui akun Twitter-nya, @habiburokhman.

Penyidik Polda Metro Jaya menahan HRS lantaran pelanggaran protokol kesehatan usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam, Sabtu (12/12). Penyidik menahan Habib Rizieq di Rumah Tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sampai akhir Desember 2020.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button