Balikpapan

Anggaran Wisata Balikpapan Dinilai Kecil

Report: Hendra| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Balikpapan menjadi satu destinasi libur akhir tahun bagi wisatawan domestik lokal Kaltim. Namun, anggaran pengembangan wisata di kota ini dinilai kecil.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Riri Saswita Diano. Dalam APBD 2020, anggaran pengembangan wisata hanya diploting sebesar Rp 10 miliar. Angka ini jauh lebih kecil dibanding anggaran kepemudaan yang nilainya mencapai Rp 15 miliar.

Riri mengaku, anggaran yang kecil ini menyulitkan pengembangan pariwisata. “Sulit untuk bicara pengembangan pariwisata jika tidak didukung anggaran memadai,” ujarnya.

Ia menilai perhatian Pemkot terhadap pariwisata belum maksimal. Riri mengaku prihatin dengan kondisi ini. Padahal, Balikpapan telah ditetapkan sebagai salah satu kota penyangga ibu kota baru.

“Sekarang (Pemkot) sangat minim perhatiannya ke pariwisata. Padahal kita sudah menjadi kota penyangga. Selain wisata perlu pula memberdayakan pedagang ditata dengan rapi, baik, dan dibina,” ujarnya.

Ia menilai hal ini menjadi wajar jika pendapatan asli daerah (PAD) berkurang karena minim anggaran untuk pengelolaan dan pengembangan obyek wisata. “Sedangkan pemasukan dari wisata sangat potensial dan Balikpapan punya banyak destinasi yang belum dikembangkan,” tuturnya.

Anggota Komisi II, Syukri Wahid, menyampaikan hal sama. Balikpapan dinilai punya banyak potensi sumberdaya alam yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Namun, sambung Syukri, selama ini PAD pariwisata masih mengandalkan Pantai Manggar. “Itu pun hanya didukung fasilitas yang minim. Padahal Balikpapan sendiri punya pantai yang luas selain Manggar,” ujarnya.

Ia menyarankan agar Pemkot bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk mengembangkan wisata Balikpapan. “Kalau mau mengembangkan pantai, kan bisa bikin event-event tahunan misalnya,” ujar Syukri.

Apalagi selain pantai, Balikpapan punya tempat wisata lain yang juga potensial. Dengan pengembangan wisata, sambung Syukri, nantinya memiliki efek domino ekonomi yang lain.

“Positifnya kemana-mana. Dari naiknya okupansi hotel sampai perputaran roda ekonomi masyarakat. Ujungnya PAD juga akan meningkat,” jelasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button