DPRD Balikpapan

Ambil Jenazah Paksa, Denda Rp 50 Juta

Report: Taufik Hidayat I Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Pemerintah Balikpapan bersama Parlemen tengah menyiapkan peraturan baru  tentang penertiban di masa pandemi.  Aturan baru ini terkait Covid-19. Di antaranya, aturan ihwal sosialisasi mandiri dan pengambilan paksa jenazah korona.

Aturan tersebut tengah digodok antara gabungan komisi Parlemen Balikpapan dengan Satpol PP, Selasa 2 Februari 2021. Salah satunya warga Balikpapan yang kedapatan mengambil jenazah terpapar Covid secara paksa bisa dijatuhi denda dan atau sanksi pidana.

“Kita telah sepakati akan didenda cukup tinggi Rp 50 juta maksimal, bahkan pidana kurungan tiga bulan. Jika ada warga yang menolak pemakaman, dengan prosedural Covid, maka kita geser pidana,” ujar anggota Komisi II Parlemen Balikpapan, Syukri Wahid.

Dasar denda dan atau pidana itu dijelaskan sesuai Undang-undang larangan umum yang berlaku pada masyarakat. Selain pengambilan jenazah paksa, aturan itu juga menyoal sanksi bagi pasien positif yang menjalani isolasi mandiri namun tidak tidak berdiam diri di rumah.

Misalnya, jalan-jalan atau keluar rumah. “Maka hal itu bisa dikenai sanksi juga,” ujar Syukri. Namun, ia menekankan, aturan ini hanya berlaku saat pandemi. Aturan akan gugur jika pandemi telah usai.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button