Politik

Akun Facebook Legislator Balikpapan Diretas

2019

ilustrasi

TimurMedia.com:

Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Akun Facebook legislator Balikpapan, Syukri Wahid, diretas.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau Bapemperda DPRD Balikpapan, ini mengatakan akun sosial medianya sudah beberapa hari tidak aktif.

“Ada notifikasi tanda orang mau masuk berkali kali. Akun saya dihack,” ujar Syukri lewat perbincangan WhatsApp, Kamis, 28/Nov/2019.

Syukri belum mengetahui siapa yang melakukan peretasan akun miliknya.

Ia pun juga tidak tahu kenapa akunnya dijadikan target peretas. Namun Syukri bersyukur sejauh ini belum ada indikasi akunnya disalahgunakan.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Balikpapan, Syukri Wahid

“Kalau disalahgunakan untuk minta uang dan sejenisnya sampai hari ini (Kamis) belum ada,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Balikpapan, ini.

Ia pun belum berniat melaporkan kasus ini ke polisi. Sejauh ini belum ada tindakan negatif dari peretas yang merugikan dirinya.

Menurut Syukri saat ini akunnya sedang diupayakan untuk perbaikan. Ia tengah berupaya untuk merebut akun personalnya dari tangan peretas.

“Sudah bisa masuk, coba ganti password. Sementara dinonaktifkan dulu sebagai langkah keamanan,” ujar Syukri.

Tapi ia tak menyebut kapan akunnya akan diaktifkan kembali. Syukri masih ingin memastikan keamanan akun personalnya dikuatkan dari sebelumnya.

Syukri Wahid selain memiliki akun personal, dikenal pula memiliki Fanspage khusus. Yang followernya telah mencapai ribuan.

Beruntung Fanspage nya aman dari peretasan. “Kalau yang Fanspage, security nya berlapis-lapis.”

Biasanya ia kerap memposting informasi terbaru atau sebuah tulisan tentang satu isu tertentu. Beberapa kali postingannya pun menjadi viral.

Tapi saat media ini mengecek akun personal Syukri, akunnya tidak bisa lagi ditemukan di Facebook. Yang ditemukan hanya Fanspagenya.

Bukan kali ini saja akun pejabat, politisi dan tokoh diretas. Biasanya setelah akun diretas, digunakan untuk kasus penipuan. Semisal meminta atau meminjam uang pada friendlist melalui inbox.

Ada pula motif untuk membunuh karakter. Biasanya digunakan dengan memposting hal-hal negatif atau di luar kebiasaan pemilik akun resmi.

Most Popular

To Top