Politik

Airlangga dan Bamsoet Berpeluang Sama

2019

TimurMedia.com:

Airlangga Hartarto dan Bamsoet. (GI)

Report: Janu|Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – PETA politik nasional akan diwarnai resonansi situasi Politik Partai Golkar.

Demikian diutarakan Peneliti dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo. Sebagaimana dilansir media Indonesia, Selasa, 19/Nov/2019.

“Tentunya suka atau tidak suka dinamika politik di Partai Golkar akan berdampak pada situasi politik nasional,” ujar Edison.

Artinya, lanjut Edison, kepastian seorang Ketua Umum Partai Golkar yang baru akan menjadi paswoord bagi jejaring sistem politik Nasional.

“Kita tahu bersama Golkar adalah Partai yang memainkan ritme Politik Nasional baik terhadap teman koalisi maupun teman oposisi,” jelasnya.

Jelang Musyawarah Nasional Partai Golkar Desember 2019, ada dua nama yang digadang-gadang merebut kursi ketua umum. Yakni Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Pendukung keduanya terus bermanuver hingga saling klaim dukungan para pemilik suara, baik DPD II maupun DPD I Partai Golkar.

Sebagai partai yang besar tentu Munas partai berlambang pohon beringin itu sangat dinantikan secara umum masyarakat Indonesia. Dan secara khusus para kader Golkar.

Edison berujar, secara organisatoris Ketua Umum Partai Golkar dalam hal ini Airlangga Hatarto harus bertanggung jawab ke luar dan ke dalam.

Sehingga dari fakta politik dan realitas politik hari ini bisa dikatakan Airlangga berhasil memimpin Partai Golkar.

“Jadi hampir dipastikan kesuksesan Bapak Airlangga Hartato adaah kesusksesan semua Kader partai Golkar. Sehingga saya rasa layak kembali memimpin Partai Golkar,” ujar Edison.

Tetapi, tambah Edison, sepenuhnya hak ini di kembalikan kepada DPD I Partai Golkar dan DPD II Partai Golkar sebagai peserta Munas dan memiliki hak suara dalam menentuan siapa yang layak.

“Dan masih ada Kader Golkar lain yang dianggap DPD I dan DPD II Partai Golkar yang layak untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar berikutnya,” urainya.

Terkait peluang, Edison menerangkan, sebaiknya tidak berandai-andai.

“Kalau peluang, jangan kita mengandai-andai, karena hak sepenuhnya dikembalikan kepada DPD I dan DPD II, tetapi menurut pengamatan saya bahwa Bapak Airlangga Hartanto dan Bapak Bambang Soesatyo memiki peluang yang sama,” ujar Eddison.

Edison memberi alasan kedua politisi Golkar itu punya posisi strategis dalam tata kelola pemerintahan yang berdampak pada berpolitikan nasional.

“Sehingga bagi saya 50:50 karena kami juga menemukan pergerakan-pergerakan yang senyap yang dilakukan oleh DPD I dan DPD II Partai Golkar seluruh Indonesia. Dan presentasenya diatas 75% pemilik suara DPD I dan DPD II masih ditemukan bergerak,” tutur Edison.

🅣🅘🅜🅤🅡 🅜🅔🅓🅘🅐

Most Popular

To Top