PILIHAN

Ulah LGBT di Balikpapan Meresahkan

TimurMedia.com:

Dance Korean Pop di Pentacity Balikpapan. Diduga bernuansa LGBT. (Viral/Richal Tan)

TIMUR MEDIA – WARGA Balikpapan kembali dihebohkan dengan ulah LGBT alias lesbi, gay, biseksual, dan transgender. Mereka menggelar latihan dance di Pentacity mall.

Video dan foto dance Korean Pop dari sejumlah pria berbusana wanita itu, beredar di media sosial. Tak lama, langsung jadi viral.

Hanya hitungan empat jam setelah di-posting Senin, 11/Nov/2019, video itu sudah dibagikan ratusan kali.

Akun Facebook Richal Tan, yang membagikan video tersebut menuliskan caption mempertanyakan agenda LGBT itu kepada pejabat Balikpapan.

Yakni Wali Kota Rizal dan Ketua DPRD Abdulloh. Richal Tan menulis dengan huruf besar.

“MOHON PERHATIAN YANG SANGAT INTENSIF DARI WALIKOTA BALIKPAPAN BAPAK Rizal Effendi & KETUA DPRD BALIKPAPAN BAPAK Abdulloh.

ASTAGHFIRULLAHALLADZIIIIMMM. . .

YAA ALLAH YAA RAHMAN YAA RAHHIIMMM. .

BALIKPAPAN KOTA MADINATUL IMAN KENAPA JADI BEGINI😭😭😭???

BALIKPAPAN KOTA BERIMAN KENAPA JADI SEPERTI INI😭😭😭???

APA MAU BALIKPAPAN MENDAPATKAN BALA DAN ADZAB DARI ALLAH SWT???!!!

YAA ALLAH MAAFKAN KAMI😭😭😭.”

Tak hanya warga yang kecewa. Sederet Ormas Islam di Balikpapan ikut menyesalkan acara tersebut. Bahkan, segera dilaporkan ke kepolisian.

Sekretaris FPI Balikpapan Oky M Alfiansyah mengatakan, seluruh ormas Islam Balikpapan merasa kecolongan.

Padahal, sambung Oky, jauh hari saat beredar informasi kegiatan itu, Ormas Islam telah meminta telah Pentacity dan EO untuk membatalkan agenda tersebut. Tapi masih nekat digelar.

“Jelas, ini meresahkan warga. Acara laki-laki bergaya seperti perempuan ini tidak sesuai. Kami sudah pernah ketemu pihak mal dan EO. Tapi masih dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap, Pemkot bersama aparat mengawasi setiap kegiatan di Balikpapan.

Keresahan warga pun segera direspon Polres Balikpapan. Senin siang ini, pihak kepolisan memanggil manajemen Pentacity dan event organizer yang menggelar kegiatan tersebut.

Pemanggilan itu dilakukan lantaran Pentacity tetap menggelar acara LGBT, pada Minggu 10/Nov, malam. Acara itu diduga turut dihadiri tokoh LGBT.

“Tak ada surat izin keramaian dari polisi. Kan acara begitu juga sebelumnya dibatalkan,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta. Ia menyampaikan hal itu melalui Kasat Intel Polres Balikpapan AKP Sarbini.

Pihak Pentacity pun mengakui digelarnya acara itu. Namun berdalih hanya sebatas memberi fasilitas.

General Manager Pentacity Yudi Saharuddin beralasan. Pihaknya baru mengetahui acara tersebut pada Senin pagi.

“Acara itu digelar komunitas Tiki Wiki. Kami hanya menyediakan fasilitas panggung untuk latihan. Tapi ternyata ada kompetisi dan ada pesertanya,” elak Yudi.

“Saya mengakui kesalahan ini tanggung jawab Pentacity,” tuturnya, setelah diperiksa polisi.

Ia menambahkan. “Kami pikir itu acara untuk latihan, bukan show. Akhirnya kami biarkan,” dalihnya. Yudi meminta maaf dan berjanji tidak memberi izin pada agenda serupa.

TIMUR MEDIA, juga memperoleh informasi hasil pertemuan Polres Balikpapan dengan Tim Anti LGBT Balikpapan.

Ada empat poin yang dihasilkan. Berikut ini informasinya:

Bismillah
Assalamu’alaikum Warahmatulloh Wabbarakatuh

Berikut kami sampaikan hasil pertemuan & laporan ke pihak Polres yg di wakili Kasat Intelkam beserta jajarannya diantaranya yg menjadi point terpenting adalah :

1. Pihak penyelenggara atau EO kegiatan tidak memiliki izin kegiatan yg dimaksud setelah di chek administrasi di polsek hingga polres

2. Pihak Polres segera mengambil tindakan ataupun saksi atas kejadian ini pada EO Kegiatan beserta Management Mall

3. Pihak polres beserta jajarannya akan memperketat izin2 kegiatan masyarakat yg terkait kontroversial di kalangan masyarakat

4. Kewaspadaan dini & pencegahan saat menjelang Akhir & awal tahun masehi kedepan utk melibatkan tokoh masyarakat & agama utk tidak ada kegiatan yg kontroversial di kalangan Masyarakat

Demikian hal yg kami sampaikan atas perhatian & dukungannya kami ucapkan Jazakumulloh khairan khasiran

Tertanda
Team Anti LBGT Balikpapan

Report: Hendra
Editor: Tika Lestari

Most Popular

To Top