Bencana Alam

40 Persen Bencana Didominasi Banjir

Report: Ryan I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  menilai penanganan banjir di Indonesia belum efektif. Tercatat jumlah daerah banjir kian meningkat di beberapa daerah di Indonesia. Tercatata ada 40 persen daerah yang mengalami banjir. Bencana ini menjadi paling dominan yang menerjang Tanah Air.

Dari catatan Kementerian PUPR banjir yang menerjang daerah Indonesia, antara lain di Kalimantan Selatan, Samarinda (Kalimantan Timur), Konawe (Sulawesi Tenggara), Luwu (Sulawesi Selatan), Garut (Jawa Barat), Bandung, DKI Jakarta dan Surabaya serta di beberapa titik lainnya.

“Ini banjir terbesar selama 50 tahun terakhir di Kalimantan Selatan menurut kajian dari BNPB. Kita menjadi tahu selain curah hujan ekstrem kerusakan daerah aliran sungai juga menjadi pemicu banjir dan longsor,” papar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah, dalam webinar, belum lama ini.

Dalam catatan PUPR, sejak Januari sampai Desember 2020 Indonesia telah mengalami bencana alam sebanyak 2.900 kali yang didominasi bencana hidrometeorologi, atau banjir sebanyak 1.065 kali.

Sehingga banjir mendominasi kejadian hingga 40 persen total bencana. Bencana ini mengakibatkan 370 orang meninggal dunia serta kerugian materil terdata lebih dari 40 ribu unit rumah rusak. Ini belum termasuk kerusakan fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadat, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Dari catatan Kementerian PUPR di awal 2021 banjir sudah tercatat di 200 lebih titik dengan korban 140 orang meninggal dunia dan 750 orang lainnya luka-luka.

“Sehingga kami melihat banjir setiap musim penghujan belum ditangani secara tuntas. Hal ini menjadi pemikiran apakah penanganan banjir saat ini sudah tepat?” tanyanya.

Ia melihat upaya non teknis masih sebatas wacana di seminar atau tulisan di paper atau buku. Bahkan belum ada yang menjawab tantangan menemukan masalah banjir terbesar di berbagai sektor yang belum tertangani dengan baik. Contohnya, masih banyak kawasan dilanda banjir pada dasarnya dataran yang seharusnya tidak boleh dikembangkan.

Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini terdapat 14 juta lahan kritis di Indonesia. Hal ini mengancam daerah aliran sungai. Sedangkan kemampuan daerah melakukan pemulihan lahan kritis hanya berkisar 230 hektar per tahun atau sekitar 1,66%. “Penanganan banjir harus dilakukan dengan kolaborasi dari multi sektoral,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button