Politik

2020, Pilkada Serentak Terbanyak

Report: Lina| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Tahun ini Indonesia kembali memasuki tahun politik. September mendatang laga politik kembali digelar dalam ajang Pilkada Serentak 2020.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) kali ini menjadi pilkada serentak terbanyak dalam sejarah pemilihan langsung di Indonesia.

Data KPU RI menyebut, setidaknya 270 kabupaten/kota dan provinsi akan menghadapi ajang lima
tahunan untuk memilih kepala dan wakil kepala daerah mereka tahun depan.

Jumlah 270 daerah yang akan menghelat pilkada serentak 2020, menjadi pilkada dengan jumlah daerah terbanyak.

Di pilkada serentak 2018 hanya diikuti 171 daerah. Di pilkada serentak 2017 diikuti 101 daerah dan pilkada serentak 2015 diikuti oleh 269 daerah.

KPU RI telah melaunching tahapan Pilkada 2020 pada November 2019 lalu. Anggaran yang disiapkan belasan triliun.

Ketua KPU RI, Arief Budiman, menjelaskan Pilkada serentak 2020 akan digelar di 270 daerah atau pada sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pemungutan suara Pilkada tahun ini, jatuh pada 23 September 2020.

“Bukan sesuatu hal yang mudah karena 270 itu hampir separuh dari 548 daerah di Indonesia,” ujarnya.

Arief berharap Pilkada serentak 2020 bisa berjalan sukses dibanding pemilu periode-periode sebelumnya dengan kerja sama dan dukungan berbagai pihak.

Menghadapi pemilihan kepala daerah serentak 2020, partai-partai mulai memanaskan mesin politiknya. Tak terkecuali di Balikpapan.

Sejumlah calon kandidat mulai mencuat. Nama-nama yang bermunculan: Rahmad Mas’ud, Budiono, Arita Effendi, Ahmad Basir, Yasser Arafat, dan lainnya.

Calon kandidat dari calon independen juga mulai bermunculan. Antara lain, Letkol Sholehudin Siregar namun ia masih merahasiakan sosok pasangannya.

Nama lain yang mulai adalah Heru Bambang dan Syukri Wahid. Foto mantan wakil Walikota Balikpapan Heru Bambang dan legislator Balikpapan Syukri Wahid, beredar viral dalam beberapa hari belakangan.

Foto itu memuat teks: Began CLBK. Di foto itu, Heru Bambang tampak santai menggunakan kemeja panjang. Di sampingnya Syukri Wahid tersenyum.

Jemarinya menunjuk ke sebuah tulisan di interior dari kayu yang menempel di dinding. Tulisan itu berbunyi: there is always a reason to smile. Selalu ada alasan untuk tersenyum.

Belum diketahui apakah foto itu sebuah sinyal politik. Menyusul saat ini telah memasuki tahun politik.

Saat dikonfirmasi, Syukri Wahid, mengaku telah mengetahui foto tersebut. Tapi ia tak mengetahui siapa pembuat dan penyebar foto itu.

“Bisa jadi kerjaan teman-teman atau masyarakat yang membuatnya. Saya belum bisa pastikan. Saat ini saya masih fokus berkhidmat pada konstituen,” ujar Syukri, belum lama ini.

Disinggung soal kemungkinannya maju di Pilkada secara independen, Syukri enggan memastikan. “Ada apresiasi masyarakat yang inginkan maju independen. Tapi saya belum memutuskan,” ujarnya.

Ketua KPU Noor Thoha mengingatkan calon independen untuk memahami segala persyaratan. Hal ini menjadi sangat krusial bagi siapapun yang ingin maju melalui jalur persorangan. Karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi

Sebab, ingat Thoha, “Seseorang yang seharusnya memenuhi syarat menjadi tidak memenuhi syarat hanya karena ketidak pahaman,” ujarnya.

Thoha menjelaskan untuk syarat calon perorangan harus memiliki dukungan dari masyarakat dengan mengisi formulir yang dibubuhi tanda tangan dan melampirkan foto copy e-KTP.

“Jadi setiap pendukung perseorangan itu wajib mengisi formulir dan menempelkan foto kopi elektroniknya. Lengkap dengan tandatangan pendukungnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk bakal calon perseorangan ini yang bersangkutan wajib mengumpulkan formulir dan foto KTP elektronik minimal 39.450 orang.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close