Pangan

20 Ribu Ton Beras Mau Dimusnahkan

2019

beras Bulog

TimurMedia.com:

Report: Ryan | Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – PERUM Bulog akan memusnahkan 20 ribu ton cadangan beras pemerintah. Beras itu ada di gudang Bulog.

Jika dikonversi ke rupiah, 20 ribu ton beras itu senilai Rp 160 miliar. Hal ini disampaikan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh, Jumat, 29/Nov/2019.

Tri menyampaikan pemusnahan dilakukan lantaran usia penyimpanan beras terkait telah melebihi 1 tahun.

Saat ini, menurut data yang dimiliki Tri, cadangan beras di gudang Bulog menembus 2,3 juta ton.

Dari jumlah itu, sekitar 100 ribu ton di antaranya sudah disimpan Bulog untuk empat bulan.

“Sedangkan 20 ribu ton lainnya usia penyimpanannya sudah melebihi 1 tahun,” jelasnya.

Sesuai Peraturan Menteri Pertania Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, beras yang usia penyimpanannya sudah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.

“Karena itulah, beras harus dibuang atau dimusnahkan,” paparnya.

Ia mengatakan seluruh stok Bulog yang disimpan lebih dari lima bulan dapat dibuang, diolah kembali, atau diubah menjadi tepung.

“Yang lainnya atau turunan beras atau dihibahkan, atau dimusnahkan,” terangnya.

Meski mau dimusnahkan, Tri mengaku pihaknya masih menemukan masalah. Yakni terkait penggantian beras yang dimusnahkan.

Bulog berharap Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan bisa melakukan sinkronisasi aturan agar pemusnahan beras tersebut nantinya tidak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Stok beras senilai Rp 160 miliar itu dengan rata-rata harga pembelian di petani Rp 8.000 per kilogram.

Tapi, lanjut Tri, “Ini yang jadi masalah. Dari Pemerintah sudah ada aturannya, di Kemenkeu belum ada anggaran. Ini kami sudah usulkan.”

Ia melanjutkan, “Kami sudah jalankan sesuai Permentan, tapi untuk eksekusi disposal anggaran tidak ada. Kalau kami musnahkan, gimana penggantiannya,” ujarnya.

Most Popular

To Top