Bencana Alam

14.483 Korban Banjir Luwu Mengungsi

Jumlah pengungsi ini belum termasuk korban di tiga kecamatan lainnya.

Report: Maya I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat, per Jumat 17 Juli 2020 sore, sekitar 3.627 KK atau 14.483 korban banjir bandang Luwu Utara, terpaksa mengungsi. Banjir bandang ini menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan sejak Senin lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan para pengungsi ini belum termasuk mereka yang mengungsi di wilayah Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

“BPBD setempat masih melakukan pendataan di lapangan,” papar Raditya dalam keterangan tertulisnya, Jumat. Penanganan darurat terhadap para warga yang mengungsi dilakukan pemerintah daerah dibantu dengan mitra terkait lain, seperti Palang Merah Indonesia.

Sebagian mereka berada di enam pos komando taktis di Radda, Masamba, Bone, Bone Tua dan Kantor Bupati Luwu Utara. Upaya pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang, Tim SAR Gabungan di bawah komando Basarnas menerjunkan 539 personel, sedangkan total potensi berjumlah 1.001 personel.

Pendataan sementara untuk kerugian material bangunan hingga hari ini mencakup rumah terdampak 4.202 unit, mikro usaha 61, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2 dan pasar traditional 1.

Sedangkan kerugian infrastruktur meliputi jalan terdampak sepanjang 12.8 km, jembatan 9 unit, pipa air bersih 100 m, bending irigasi 2 unit. Akses beberapa jalan poros, seperti Masamba – Baebunta dan jalan di Kecamatan Sabbang menuju Desa Malimbu masih tertimbun lumpur dan hanya dapat dilalui roda dua.

“Kerusakan jaringan pipa air bersih PDAM mengakibatkan suplai air sulit bahkan PDAM masih belum beroperasi. Pada infrastruktur jaringan listrik belum semua beroperasi, terdapat beberapa titik masih padam. Sedangkan jaringan komunikasi belum stabil,” jealsnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button