Internasional

Jerman, Swedia dan Spanyol Desak Perlucutan Senjata Nuklir

Senjata Nuklir
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas. (Getty Images) Photothek via Getty Images

Red : Ahmad Mulyadi

TIMUR MEDIA — Menteri Luar Negeri Jerman, Spanyol dan Swedia mendesak negara-negara kekuatan nuklir agar mengurangi persenjataan nuklir mereka. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, pada Senin kemarin menjelang pelaksanaan Konferensi Perlucutan Senjata Nuklir Tingkat Tinggi yang akan digelar di Madrid, Spanyol, seperti dilansir Anadolu Agency (05/07/201).

Pernyataan Maas bersama Menteri Luar Negeri Swedia dan Menteri Luar Negeri Spanyol itu menekankan pentingnya implementasi dari Inisiatif Stockholm untuk Perlucutan Senjata Nuklir (Stockholm Initiative for Nuclear Disarmament) yang digelar di Ibu Kota Swedia, Stockholm, pada Juni dua tahun lalu. Inisiatif Stockholm tersebut mendesak seluruh negara kekuatan nuklir agar menurunkan peran senjata nuklir dalam strategi politik internasional mereka.

Inisiatif yang dihadiri 16 negara non-nuklir dari berbagai belahan dunia itu pun mendesak agar seluruh negara kekuatan nuklir mengurangi persediaan senjata nuklir mereka secara berkelanjutan serta mengadakan sebuah perjanjian pengendalian senjata sebagai fondasi bagi generasi selanjutnya.

“Kita harus mengakhiri pengujian senjata nuklir dan memberlakukan Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif, memulai kembali negosiasi tentang perjanjian yang melarang pembuatan bahan fisil untuk penggunaan militer, dan meluncurkan kembali kemampuan yang kuat dan kredibel untuk verifikasi langkah perlucutan senjata nuklir,” demikian pernyataan para menteri luar negeri tersebut.

Sebagai informasi, saat ini jumlah hulu ledak nuklir di seluruh dunia secara umum menurun. Menurut data dari Stockholm Peace Research Institute (SIPRI), saat ini terdapat 13.080 hulu ledak atom, lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Namun demikian, jumlah senjata nuklir yang masuk fase operasional meningkat dibandingkan tahun lalu.

Pertemuan dua pemimpin negara kekuatan nuklir terbesar di dunia, Joe Biden dan Vladimir Putin pada pertengahan Juni lalu di Jenewa, memberikan harapan baru bagi pengurangan kekuatan senjata nuklir di dunia. Kedua pemimpin tersebut telah sepakat akan membahas isu tersebut secara lebih serius dalam waktu dekat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button