Balikpapan

1.356 Pasien Covid-19 Balikpapan Sembuh

Faktor psikologis sangat memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Report: Taufik Hidayat I Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Sampai hari ini Kamis 10 September 2020, pasien positif Covid-19 di Balikpapan yang dinyatakan sembuh telah mencapai 1.356 orang. Sedangkan total kasus positif sejak Maret – September berjumlah 2.268 orang. Dengan demikian, yang masih dalam perawatan tersisa 912 orang.

Dari jumlah itu, mereka yang terpapar ada yang dirawat di rumah dengan menjalani isolasi mandiri. Ada pula di rumah sakit. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, dr Andi Sri Juliarti, Kamis.

Pasien yang positif tanpa gejala dan bergejala ringan, melakukan isolasi mandiri. “Ada yang di rumah atau di tempat yang disediakan Pemkot dan perusahaan. Sedangkan pasien dengan gejala berat dan pasien dalam pengawasan atau PDP, dirawat di rumah sakit. PDP itu mereka yang masih menunggu hasil swab,” jelas Dio, sapaan karib dr. Andi Sri.

Dio melanjutkan, “Rumah sakit hanya melayani pasien sedang dan berat. Seperti di RSUD Kanudjoso, RSKD Beriman, RS Tentara, RS Siloam, RS Restu Ibu.”

Rumah sakit yang paling banyak merawat pasien positif, sambung Dio, ada di RSUD Kanudjoso. Karena rumah sakit ini rujukan utama Kemenkes. Ada 72 pasien yang positif, dan 30 PDP yang masih menunggu hasil uji swab.

Ia menilai tingkat kesembuhan di Balikpapan terbilang baik. Terutama pasien yang terdeteksi dengan cepat dan segera mendapat penanganan. Di antara tanda-tanda yang dialami pasien itu, lanjut Dio, demam, batuk pilek, sesak nafas.

“Yang paling khas itu demamnya tinggi dan badan terasa linu. Jangan menunggu sesak baru sadar terpapar Covid-19. Tingkat kesembuhan di Balikpapan baik jika cepat ditangani,” ujarnya. Selain tanda demam, ada tanda lain yang menyertai pasien terinfeksi Covid-19.

“Karakter virusnya sekarang berubah-ubah. Muncul lagi gejala baru berupa gangguan indera penciuman dan perasa. Merasakan makanan berkurang. Gejala mual, muntah, diare. Ini menonjol. Kadang kala karakter atau gejala juga berbeda pada orang per orang,” terangnya.

Dio mengakui pasien yang terpapar positif lantaran dipengaruhi faktor psikologis. Karena itu ia meminta agar masyarakat harus menjaga psikologisnya. “Dampak psikologis pasti, bukan hanya terkena Covid-19, tapi bisa terserang semua penyakit,” ingat Dio.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button