Internasional

Harun Yahya Divonis 1.000 Tahun

Ia mengakui di depan hakim mempunyai seribu orang kekasih.

Report: Maya I Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Hakim pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seribu tahun kepada Adnan Oktar alias Harun Yahya (64). Ia didakwa terbukti melakukan kejahatan seksual.

Dilansir AFP, amar putusan hakim pada Senin 11 Januari 2021, menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara pada Harun Yahya. Alasannya, karena ia terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur.

Ia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer. Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.

Oktar ditangkap sejak Juni 2018 setelah kepolisian Turki menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang dilakukan organisasi yang dibentuknya. Selama sidang, hakim, jaksa serta terdakwa mendengarkan sejumlah kesaksian korban yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan Oktar.

Saksi korban berinisial CC mengaku dirinya dan sejumlah perempuan lain kerap diperkosa dan dilecehkan Oktar. Menurut pengakuan CC, Oktar memaksa sejumlah perempuan yang diperkosa untuk meminum pil kontrasepsi.

Polisi juga menemukan 69 ribu pil KB di kediaman Oktar. Ia berdalih pil tersebut digunakan mengobati kelainan di kulit dan menstruasi. Harun Yahya membantah mempunyai hubungan dengan pemuka agama Muslim, Fethullah Gulen, yang saat ini menjadi buronan pemerintah Turki karena dianggap sebagai dalang upaya kudeta pada 2016. Gulen saat ini bermukim di Amerika Serikat.

Oktar mengakui di depan hakim mempunyai seribu orang kekasih. “Saya mencurahkan banyak cinta untuk perempuan. Cinta adalah kualitas seorang manusia. Cinta membuktikan kualitas seorang Muslim,” ujar Oktar dalam sidang pada Oktober 2020 silam. Ia pertama kali mencuri perhatian masyarakat pada 1990-an karena menjadi pemimpin sebuah sekte yang kemudian terkait sejumlah kasus skandal seks.

Oktar juga menulis buku ‘Atlas Penciptaan’ dengan nama pena Harun Yahya, untuk menyangkal Teori Evolusi Charles Darwin. Nama pena itu gabungan dari dua nama nabi, Yakni Nabi Harun dan Nabi Yahya.

Di tahun 2011, ia juga meluncurkan stasiun televisi miliknya, A9. Dalam seluruh kegiatan dan ceramahnya, selalu dikelilingi sejumlah perempuan yang menari-nari. Tayangan ceramahnya di stasiun televisi itu lantas mengundang kecaman dari para pemuka agama Islam di Turki.

Setelah dilaporkan dan diselidiki, ia terbukti melakukan pelbagai pelecehan seksual. Harun Yahya alias Oktar pun divonis bersalah dan terancam hukuman 1.000 tahun.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button